Kaca berbahan dasar bismut oksida (Bi2O3) adalah material berperforma tinggi dengan beragam aplikasi. Berdasarkan berbagai penelitian dan sumber, penerapan utamanya antara lain:
 
 

1. Perangkat Optoelektronik dan Transmisi Serat Optik

Kaca berbasis bismut oksida memiliki potensi aplikasi yang signifikan dalam perangkat optoelektronik dan transmisi serat optik karena indeks biasnya yang tinggi, transmisi inframerah, dan sifat optik nonlinier. Dalam bahan-bahan ini, bismut oksida digunakan sebagai aditif dalam jumlah yang banyak. Misalnya, sistem kaca Bi2O3-B2O3-Si2O3 menunjukkan respons ultracepat kurang dari 150fs, sehingga dapat diterapkan secara luas dalam peralihan optik dan amplifikasi broadband. Selain itu, gelas berbahan bismut yang diolah dengan cesium, seperti 63.3Bi2O3-32.6B2O3-41Si2O3-0.24CeO2, menunjukkan kinerja yang lebih baik lagi, dengan kandungannya mencapai 63.3%, yang setara dengan 92% kaca menurut beratnya.
 
 

2. Aplikasi Perangkat Peleburan dan Fotonik Suhu Rendah

Kaca berbasis bismut oksida menunjukkan indeks bias linier yang tinggi, suhu transisi kaca yang rendah, dan kerentanan optik nonlinier orde ketiga yang tinggi, menjadikannya bahan yang menjanjikan untuk aplikasi perangkat peleburan dan fotonik suhu rendah.
 
 

3. Bahan Serbuk Keramik Elektronik

Bismuth oksida berfungsi sebagai aditif penting dalam bahan bubuk keramik elektronik, terutama digunakan dalam varistor seng oksida, kapasitor keramik, bahan magnetik ferit, dll. Dalam pengembangan keramik elektronik, Amerika Serikat memimpin secara global, sementara Jepang mendominasi pasar keramik dunia dengan bagian 60% melalui produksi skala besar dan teknologi canggih.
 
 
Singkatnya, kaca berbasis bismut oksida memiliki prospek aplikasi yang luas di berbagai bidang seperti optoelektronik, keramik elektronik, peleburan suhu rendah, dan perangkat fotonik.